Tak Sekadar Rilis Lagu, Titilaras Dorong Regenerasi Musik Lewat Lomba Band Pelajar

Lifestyle14 Dilihat

SURABAYA, Jogojatim. com – Dunia musik pelajar Jawa Timur dibuat bergemuruh lewat gelaran Soerabadja Musik Youth Fest, Sebuah event kolaboratif antara band lokal Titilaras bersama Kedai Soerabadja 1293 yang sukses mencuri perhatian publik.

Dunia musik pelajar Jawa Timur dibuat bergemuruh lewat gelaran Soerabadja Musik Youth Fest. pada Sabtu (28/3) lokasi acara tepat didaerah jalan Pucang Surabaya.

 

Acara bukan sekadar lomba band biasa, namun tampil dengan konsep yang segar, penuh energi, dan sarat makna, Sebagaimana festival ini menjadi momen spesial bagi Titilaras dalam merayakan peluncuran single ke-5 mereka yang berjudul “Pamit”- sebuah lagu yang menggambarkan fase perpisahan, pertumbuhan, dan perjalanan hidup anak muda.

Yang membuat event ini semakin “naik kelas”, kehadiran Cakra sebagai sponsor utama serta dukungan sound system profesional yang menghadirkan kualitas panggung layaknya konser besar.

 

Tak hanya itu, atmosfer kompetisi semakin panas dengan hadirnya juri dari kalangan musisi dan band legend yang memberikan penilaian langsung kepada para peserta.

“Kami ingin bikin sesuatu yang beda. Bukan cuma panggung tampil, tapi panggung yang bisa jadi mimpi pertama buat mereka,” kata salah satu personel Titilaras.

 

Puluhan band pelajar yang dari berbagai kota dan daerah di Jawa Timur tampil dengan penuh totalitas, membuktikan bahwa potensi musik generasi muda Surabaya dan Jawa Timur tidak bisa dipandang sebelah mata.

 

Sorakan penonton, energi panggung, hingga kualitas performa membuat event ini terasa seperti mini festival profesional.

Kolaborasi dengan Kedai Soerabadja 1293 juga menjadi daya tarik tersendiri. Venue yang dikenal sebagai tempat nongkrong dengan konsep unik ini berhasil disulap menjadi panggung musik yang hidup dan penuh vibes anak muda.

 

“Kami percaya musik dan tempat nongkrong itu satu paket. Di sinilah ide-ide lahir, di sinilah komunitas tumbuh,” ujar perwakilan dari Kedai Soerabadja 1293.

Sementara itu, lagu “Pamit” yang menjadi pusat perayaan dalam event ini membawa sisi emosional yang kuat.

 

“Pamit itu bukan soal pergi, tapi soal berani melangkah ke fase berikutnya. Kami ingin anak-anak muda merasakan bahwa setiap perjalanan punya makna,” tambah Titilaras.

 

Event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol bahwa ekosistem musik lokal masih hidup dan terus berkembang. Dukungan dari berbagai pihak—mulai dari brand, venue, hingga musisi senior—menjadi bukti bahwa generasi muda tidak berjalan sendiri.

 

Di tengah gemerlap lampu panggung dan suara riuh penonton, satu hal yang terasa jelas: ini bukan sekadar festival.

Ini adalah awal dari gelombang baru.

“Kalau hari ini mereka tampil di panggung kecil, siapa tahu besok mereka yang jadi headline. Kami cuma ingin jadi bagian dari awal cerita itu,” tandasnya.   (red)