Perhutani Jatim MoU Dengan UPN Veteran Surabaya

Nasional86 Dilihat

JOGOJATIM. Surabaya,- Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur (Jatim) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai kerjasama di bidang Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM). Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan hubungan antara 2 (dua) lembaga, kerjasama tersebut diteken Senin (25/07) di Gedung Rektorat, Ruang Arjuna Civitas Akademika, Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Surabaya.

Kadivre Jatim Karuniawan mengatakan, dengan MoU ini semakin meneguhkan lagi kerjasama ke depan menjadi lebih produktif antara 2 (dua) lembaga Perhutani dan UPN. Prinsip kami terbuka, dengan lembaga manapun kami juga telah melakukan banyak kerjasama baik dengan Pemprov., Pemerintah Daerah (Pemda) juga Universitas, ujarnya.

“Kami memiliki 268 titik wisata alam yang tersebar di Jatim untuk bisa dikembangkan, kami butuh sentuhan dari para akademisi, maupun adik-adik mahasiswa untuk bisa terjun langsung melihat potensi tersebut, apalagi sekarang ada sistem pembelajaran Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka”.

Perhutani juga menyampaikan harapannya agar MB-KM semakin luas KKN-nya (Kuliah Kerja Nyata) dan bisa ditempatkan di wilayah-wilayah kawasan hutan maupun diluar kawasan, karena Perhutani itu bersinggungan langsung dengan 2.628 desa yang tersebar di wilayah Jatim, dan karyawan Perhutani sendiri terbatas, ujar Karuniawan lagi.

Iwan juga berharap ke-depannya akan ada kerjasama yang lebih kongkrit lagi melalui pendekatan keilmuan yang bisa diaplikasikan, pada prinsipnya terbuka, dan bisa menjadi laboratorium alam yang luas dalam rangka memajukan pendidikan nasional, ujarnya menambahkan.

Sementara itu wakil Rektor III Sutiyono mengatakan program MB-KM Perguruan Tinggi (PT) atau kampus sangat memerlukan kerjasama dengan banyak pihak atau lembaga, baik dengan BUMN maupun swasta serta instansi pemerintah, jadi sekarang mahasiswa bebas memilih, mau KKN di dalam negeri atau di luar negeri, sehingga mahasiswa kita sekarang sudah terbuka dan bebas. Untuk itu sistem pembelajaran ini dinamakan Program Merdeka Belajar-Kampus Mereka. Ini merupakan program Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) yang bagus, ujarnya memungkasi.

Nota kesepahaman ini memiliki masa tenggang waktu selama 2 (dua) tahun sejak dilakukan penandatanganan hingga tahun 2024. @red