TULUNGAGUNG, Jogojatim. com – Seorang wartawan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami peristiwa memilukan saat menjalankan tugas jurnalistik. Ia diduga dikroyok secara brutal oleh sekelompok orang yang diduga merupakan kaki tangan jaringan mafia solar, setelah memantau dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di sejumlah SPBU wilayah setempat.
Peristiwa itu terjadi pada siang hari, Jumat, 19 Juni 2026. Korban bernama Adi Bachtiar tengah melakukan pemantauan dan investigasi di beberapa titik pengisian BBM, antara lain SPBU 54.662.04 Kelurahan Bago, SPBU 54.662.25 Jepun, SPBU 54.662.10 Ngranti, SPBU 54.662.24 Kalitengah, dan SPBU 54.662.15 Gamping. Lokasi-lokasi tersebut diduga menjadi sasaran pengurasan solar bersubsidi yang berlangsung rutin dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, awalnya situasi di area SPBU terpantau berjalan normal. Namun ketegangan memuncak ketika truk yang diduga telah dimodifikasi masuk ke lokasi.
Kehadiran kendaraan itu diketahui oleh sekelompok orang yang ada di sekitar SPBU, dan suasana seketika berubah menjadi mencekam.
Saksi mata mengaku mendengar salah satu terduga pelaku sempat melontarkan ucapan bernada ancaman kepada petugas pengawas maupun karyawan SPBU setempat.
Aksi kekerasan ini diduga bukan terjadi secara kebetulan, melainkan bentuk upaya menghalangi tugas jurnalistik yang sedang menyingkap praktik ilegal peredaran solar bersubsidi.
Kegiatan investigasi yang dilakukan korban sendiri dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers serta perlindungan hukum bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Atas peristiwa tersebut, korban telah melaporkan kasusnya ke Polres Tulungagung dengan nomor laporan STTLP/B/109/VI/2026/SPKT/Polres Tulungagung. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan di balik dugaan penyelewengan BBM dan menangkap para pelaku pengroyokan. (Red)




















