Edy Macan Membara: Kabiro Radar CNN Surabaya Dianiaya Diduga Oknum Mengaku dari Ormas Sakera

Hukum & Kriminal138 Dilihat

PROBOLINGGO, Jogojatim. com – Kejadian mengejutkan terjadi di Probolinggo ketika Kepala Biro (Kabiro) Radar CNN wilayah Surabaya, yang dikenal dengan inisial ASIS, menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum yang mengaku berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Sakera. Insiden ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan menarik perhatian publik.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, di rumah salah satu warga di Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dalam laporan yang diterima Polres Probolinggo Kota, korban diduga mengalami pemukulan di bagian tubuh dan kepala dari jarak dekat, yang mengakibatkan luka lecet pada lengan kiri.

Terduga pelaku, seorang pria yang mengaku sebagai anggota ormas Sakera, juga memiliki keterkaitan dengan ormas Garuda Sakti. Saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Direktur Utama Radar CNN, yang akrab disapa Abah Edy Macan, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa korban sedang menjalankan tugas jurnalistik saat kejadian berlangsung.

“Korban sedang bertugas sebagai jurnalis, melakukan koordinasi terkait informasi dugaan aktivitas tertentu. Namun, dalam pelaksanaan tugasnya, ia justru mengalami tindakan penganiayaan. Pers seharusnya dilindungi oleh negara dalam menjalankan tugasnya sesuai prosedur,” ungkapnya dengan tegas.

Abah Edy Macan juga meminta Kapolres Probolinggo untuk segera menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Ia berharap Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap kerja jurnalistik yang krusial.

Kasus ini dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai dengan Pasal 466 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Saat ini, Polres Probolinggo Kota tengah menangani laporan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian ini.

Kejadian ini menjadi sorotan penting, mengingat perlindungan terhadap jurnalis sangat vital dalam menjaga kebebasan pers dan integritas informasi di masyarakat.