Beasiswa Tahfidz Warnai Program Cahaya Berkah Ramadhan YBM PLN UIP JBTB di Ponpes Hamalatul Qur’an Kediri

Nasional322 Dilihat

KEDIRI || Jogojatim.com  – Program Cahaya Berkah Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan YBM PLN UIP JBTB tahun ini menghadirkan inovasi. Lembaga tersebut menyalurkan beasiswa kepada 10 santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Kediri 3, Selasa (17/3/2026).

Program beasiswa ini menyasar santri tingkat sekolah dasar yang mengikuti program tahfidz selama tiga bulan dengan metode hybrid, yakni kombinasi pembelajaran daring dan luring. Para santri dibimbing langsung oleh hafiz dan ustaz di lingkungan pesantren.

Pimpinan Yayasan Hamalatul Qur’an, Dr. KH. Imam Fatoni, S.K.M., M.M., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini mampu mengubah tantangan menjadi peluang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi.

“Dari masalah menjadi solusi, dari penggunaan telepon genggam menjadi peluang untuk menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan YBM PLN UIP JBTB dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an sejak usia dini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UIP JBTB atas pemberian beasiswa ini. Dengan target penyelesaian satu tahun, program ini diharapkan membawa keberkahan, baik bagi pegawai maupun para santri. Menghafal sejak dini akan membentuk masa depan yang gemilang,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menilai program SAHABAT-Q sebagai langkah strategis dalam membangun generasi unggul. Tidak hanya berfokus pada hafalan, program ini juga menanamkan nilai-nilai karakter Qurani.

“Program ini tidak hanya menargetkan hafalan minimal juz 30 dalam waktu tiga bulan, tetapi juga membentuk karakter jujur, disiplin, berakhlak mulia, serta dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral dan spiritual.

“Melalui YBM PLN UIP JBTB, kami memberikan beasiswa kepada 10 anak terpilih agar menjadi energi kebaikan dan melahirkan generasi Qurani yang membanggakan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri, Rindang Djoko Triasmoro, S.Pd. Ia menilai program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui penerapan sistem pembelajaran hybrid.

Menurutnya, metode tersebut membuka peluang lebih luas bagi santri untuk menghafal Al-Qur’an melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh pesantren. Ia pun berharap peran orang tua semakin aktif dalam mendampingi proses belajar anak.

“Orang tua diharapkan dapat memantau perkembangan hafalan anak melalui perangkat masing-masing, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal,” pungkasnya. (@dex)