Ramadan Produktif, GM PLN UIP JBTB Pastikan Pembangunan GISTET 500 kV Waru Berjalan Tepat Waktu

PLN41 Dilihat

SIDOARJO||Jogojatim.com – 02 Maret 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus memacu penyelesaian infrastruktur kelistrikan strategis meski di tengah bulan suci Ramadan 1447 H. General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan progres pembangunan Gas Insulated Switchgear Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Waru tetap berjalan sesuai jadwal (on schedule).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan di Jawa Timur, khususnya untuk mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.

General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, menyampaikan bahwa semangat Ramadan menjadi motivasi tambahan bagi tim di lapangan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi negara.

“Bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat kami dalam menyelesaikan amanah pembangunan infrastruktur kelistrikan. GISTET 500 kV Waru ini adalah komponen vital bagi sistem kelistrikan Jawa-Bali. Kami hadir di sini untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, sehingga keandalan listrik bagi masyarakat semakin kokoh,” ujar Fathol.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UPP JBTB 1, Wahyu Kurniawan, menjelaskan detail kesiapan teknis di lokasi proyek. Menurutnya, koordinasi dengan seluruh mitra kerja terus dioptimalkan agar pengerjaan fisik tetap sesuai standar kualitas PLN.

“Kami di UPP JBTB 1 berkomitmen mengawal setiap detail teknis di lapangan. Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, para personil dan mitra kerja tetap bekerja profesional dengan pengawasan K3 yang ketat. Saat ini fokus kami adalah percepatan pada sisi instalasi peralatan utama dan pengujian sistem agar target operasional dapat terpenuhi sesuai milestone yang telah ditetapkan,” tegas Wahyu.

GISTET 500 kV Waru didesain menggunakan teknologi terkini yang lebih efisien dalam penggunaan lahan dibandingkan konvensional (GITET), sangat cocok untuk wilayah padat seperti Sidoarjo dan Surabaya. Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi permintaan energi yang terus tumbuh di Jawa Timur.

“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh pelanggan,” tutup Fathol. (@dex)