Diduga Oknum TNI Todong Senjata Wartawan, Saat Mau Masuk Pergudangan BBM Trosobo Krian Sidoarjo 

Peristiwa133 Dilihat

Caption. Tampak pintu keluar-masuk pergudangan kendaraan pengangkut BBM milik PT. Indo Waru Forsa dan foto rekan wartawan Hamdani Andrianto media ExseposeIndonesia.com (kanan) korban penodongan senjata.

SURABAYA. JOGOJATIM – Seorang wartawan dari media online exsposeindonesia.com menjadi korban beberapa orang tak dikenal saat memasuki kawasan keluar masuknya kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Indo Waru Forsa. Hamdani Andrianto merupakan wartawan dari Gresik Jawa Timur, kepada Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) mengaku telah mendapat perlakuan tak pantas oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya.

Berawal dari mendapat informasi tempat kawasan pergudangan BBM yang pernah digerebek Polda Jatim, Hamdani menceritakan, saat dirinya mendatangi pergudangan di Kawasan Industri Kencana Trosobo Krian Sidoarjo. Dia didatangi oleh sejumlah orang karena mendokumentasi berupa foto dan video.

“Tiba-tiba saya dipegangi orang banyak kemudian tas saya digeledah, saya diarak dan ditarik-tarik untuk disuruh melepas pakaian,” akunya kepada KJJT, Jumat (19/05/2023).

Tidak hanya itu, saat tas digeledah id card pers nya juga di foto, handphone diminta dipaksa untuk menghapus foto-foto yang telah didokumentasikan oleh dirinya, namun Dani bersikeras menolak.

“Ada kurang lebih 6-7 orang yang saat itu disaksikan pihak keamanan atau security setempat, kemudian ada orang yang berpenampilan tegap dan berambut cepak mendatangi saya, usai mengambil senjata dari mobilnya langsung menodongkan ke kepala saya,” terangnya sambil ketakutan.

Kejadian itu pada hari Kamis, 11 Mei 2023 pukul 15.30 Wib. Lebih lanjut Dani, karena rasa ketakutan dirinya usai diancam, jika terjadi apa-apa di kerjaannya (ucap oknum yang mengaku anggota TNI).

“Foto dan alamat rumahmu sudah saya ketahui, jika terjadi apa-apa tempat kerjaan saya, kamu saya kejar,” ujar Dani meniru ucapan oknum tersebut.

Dani pun tak berkutik, karena rasa ketakutan beberapa hari terdiam dirumah, ada inisiatif dan berkoordinasi dengan pihak TNI (enggan menyebutkan satuan mana), untuk mencari kebenaran seseorang yang telah menodongkan senjata api di kepalanya waktu itu.

“Ini saya juga berkoordinasi pihak TNI, dengan tujuan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan adalah TNI,” ucapnya.

Usai mendapat aduan, Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) ikut perihatin atas kejadian ini, masih saja cara lama dipakai oleh oknum-oknum yang dipakai untuk memback up bisnis ilegal.

“Aksi koboi orang yang menodong senjata ke rekan jurnalis kita Hamdani Andrianto itu tergolong keji, Krian Sidoarjo sedang tidak baik-baik saja. Para pengusaha menggunakan jasa aksi para preman yang mengaku sebagai anggota itu kerap terjadi,” ujar Ade.S Maulana (19/05/2023).

Tidak hanya itu, kata ade, Hamdani Andrianto juga menunjukkan rekaman suara saat kejadian dirinya diperlakukan tidak manusiawi.

Lebih lanjut Ade, dari rekaman tersebut terdengar suara para preman marah dengan suara keras, kepada rekan kita, karena mengabadikan foto area kawasan gudang BBM.

“Lebih parahnya sebelum ditodongkan senjata ke kepala rekan jurnalis Hamdani dipaksa buka baju dan membuka isi tas karena dicurigai bawa kamera tersembunyi,” terang Ade.

Belum lagi usai ditangkap polisi, para pelaku usaha ini lihai melanjutkan bisnisnya tanpa ada rasa takut akan tertangkap kembali. Menurut Ade di Jawa timur terdata oleh KJJT surganya tempat-tempat penimbun BBM ilegal.

“Mereka merampok diam-diam dengan cara membeli BBM yang bersubsidi untuk dijual kepada pabrik-pabrik. Terpantau oleh rekan-rekan di lapangan pelaku usaha itu menggunakan truk modifikasi dan kongkalikong dengan pihak SPBU,” terang Ade.

Oleh karena itu, Ade menyampaikan pesan kepada pelaku aksi koboi itu yang telah menodongkan senjata kepada rekan sejawatnya.

“Kami memang bukan dilatih untuk perang atau menembak, kami memang dilatih bukan untuk menakut-nakuti orang. Tapi jika kami dipaksa untuk gugur dalam membongkar mafia BBM, dua kata saja Kami Siap,” Kata Ade.

Jurnalis sudah terbiasa terancam, terpenjara bahkan terbunuh, bahkan kata Ade, selama ini jurnalis dihadapkan hal-hal seperti itu tapi tidak membuat surut profesi ini untuk siap kapan saja menyajikan suatu berita kepada masyarakat.

KJJT akan segera berkoordinasi dengan para pihak terkait, tempat-tempat sarang penimbun BBM ilegal di jawa timur yang saat ini tumbuh subur.

Komunitas Jurnalis Jawa Timur meminta kepada Kapolda Jawa Timur meninjau kembali kasus-kasus BBM ilegal yang pernah tertangkap.

“Meski pernah tertangkap mereka tetap melakukan aksinya kembali tanpa ada rasa takut dengan pihak kepolisian,” pintanya.(19/05/2023).

Tangkap pelaku aksi koboi si penodong senjata kepada wartawan, usut tuntas gudang penimbun BBM di Kawasan Industri Kenaca Trosobo Krian Sidoarjo.

“Selanjutnya untuk rekan-rekan jurnalis segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat jika terjadi aksi premanisme atau tempat-tempat yang disinyalir penimbun BBM ilegal,”tutup Ade. (red)